-->

Media Pembelajaran Interaktif Ekonomi SMA Materi Alat Pembayaran





MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF EKONOMI
SMA KELAS X
MATERI ALAT PEMBAYARAN


UANG DAN BANK

 A.  Pengertian, Fungsi, dan Jenis Uang

1.  Pengertian Uang

            Semua orang tidak asing dengan uang. Tetapi, sebenarnya, ada beberapa definisi mengenai uang, sebagai berikut :

1)   Robetson, dalam bukunya Money 1992, mengemukakan bahwa uang ialah segala suatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang.

2)   R.S. Sayers, dalam bukunya Modern Banking 1938, mengemukakan bahwa uang ialah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar utang.

3)   A.C. Pigou, dalam bukunya The Veil of Money, Pigon mengemukakan bahwa uang adalah kekayaan yang dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melunaskan utangnya dalam jumlah tertentu pada waktu itu juga.

            Kesimpualan dari berbagai definisi tentang uang di atas adalah sebagai berikut :

a)    Uang alat pembayaran/ penukar umum;

b)   Uang alat pembayaran utang;

c)    Uang alat penukar umum dan alat pembayaran utang.

2.  Fungsi Uang

Fungsi asli ada dua macam sebagai berikut :

·      Uang menjadi alat penukar umum (medium of exchange).

·      Uang sebagai satuan hitung (Uni of account)..

Sedangkan fungsi turunan dari uang adalah :

  Uang sebagai alat pembayaran (means of payment).  

  Uang sebagai alat untuk menabung (store of volue ).

  Uang sebagai standar pembayaran hutang (standar of deferred poyment).

  Uang sebagai penunjuk harga.

  Uang sebagai alat penimbun kekayaan

 

3.  Jenis Jenis Uang

a.    Uang Kartal (Common Money)

                        Uang kartal ialah alat bayar yang digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Ada dua jenis uang kartal, sebagai berikut :

          Uang Logam

a.    Full bodied money, artinya mempunyai nilai penuh; nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang sama dengan nilai yang tertera pada uang yang bersangkutan. Dengan kata lain niali bahan sama dengan nilai nominalnya.

b.    Taken money, artinya niali nominal lebih tinggi dari nilai bahannya.

   Uang kertas dibedakan atas uang kertas negara dan uang kertas bank

b.    Uang Giral

                 Disamping uang kartal, masih ada juga alat pembayaran yang disebut uang giral. Uang giral ialah tagihan pada suatu bank yang dapat diambil dengan giro, cek, perintah pembayaran, dan transfer telegraf (telegraphic transfer).

 

 4.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi permitaan uang

            Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat meliputi pendapatan, suku bunga, selera masyarakat, harga barang, dan fasilitas kredit.

·      Pendapatan. Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh masyarakat dalam jangka waktu tertentu.

·      Tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga uang akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Bila tingkat suku bunga rendah, masyarakat akan enggan menyimpan uangnya di bank.

·      Selera masyarakat. Selera masyarakat akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Misalnya, peningkatan permintaan terhadap mode pakaian baru akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

·      Harga barang. Harga barang mempengaruhi jumlah uang yang beredar . misalnya, bila harga barang naik, jumlah dan peredaran uang akan semakin cepat.

·      Fasilitas kredit. Fasilitas kredit, cara pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau cara angsuran, akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

C.  Nilai Uang

1.    Teori Nilai Uang

                 Atas dasar berbagai pandangan, timbulah berbagai teori niali uang. Setidaknya terdapat tiga buah teori nilai uang, sebagai berikut .

a.    Teori Kuantitas, sebagaimana dikemukakan pada waktu Merkantilisme meyakini: harga barang berbanding lurus dengan jumlah uang yang beredar. Jika jumlah uang yang beredar diperbanyak dua kali lipat, maka harga barang akan naik juga dua kali lipat. Sebaliknya jika jumlah uang diperkecil 50%, harga barang akan turun juga 50%.

b.    John locke, David Hume, dan stuart Mill menyempurnakan Teori Kunatitas dengan memasukkan faktor kecepatan beredarnya uang (velocity of circulation). Yang dimaksud  dengan kecepatan beredar ialah berapa kali uang itu beredar selama waktu tertentu.

c.    Irving Fisher merumuskan Teori Kuantitas sebagai berikut :

     M . V = P . T

     M      :  money, jumlah uang yang tersedia untuk tukar menukar

     V       :  velocity of circulation, kecepatan beredar , berapa kali uang pindah tangan untuk dipakai dalam tukar menukar

     P       :  price harga barang yang dinyatakan dengan angka indeks

     T       :  trade, jumlah barang yang diperbandingkan

     Persamaa diatas , M.V. = P.T, menunjukkan bahwa perubahan M (atau V) akan mengakibatkan perubahan harga (P) yang sebanding. Jika M (atau V) pertambahan dua kali, maka harga barang ialah P akan naik dua kali juga, dan sebaliknya. Perubahan T akan menyebabkan perubahan harga barang yang sebaliknya. Artinya, jika persediaan baragn T bertambah adua kali, P akan turun dua kali. Kecepatan beredar uang tidak hanya mengenai uang kartal saja (uang kertas dan uang logam), tetapi meliputi juga uang giral, yang ditambah oleh Irving Fisher dalam rumusnya. Maka dengan menambahkan uang giral serta kecepatan beredarnya, rumus Irving Fisher, menjadi :

M . V . + M’ . V’ = P. T

M’        =  uang giral

V’        =  kecepatan beredar uang giral

  2.  Daya Beli Uang

            Terdapat hubungan antara sejumlah barang yang dibeli dan jumlah uang yang dibayarkan, sehingga timbul pengertian daya beli uang atau gaya beli uang. Daya beli uang ialah jumlah yang dapat dibeli dengan sejumlah uang. Besar kecilnya gaya beli bergantung pada harga baragn. Makin rendah harga barang, makin banyak jumlah barang yang dapat dibeli, makin besar pula gaya beli uang. Sebaliknya, makin tinggi harga barang, makin kecil pula gaya beli uang

            Jadi, gaya beli uang berbanding terbalik dengan harga barang. Hubungan ini dapat ditulis dengan rumus :G = 1

                                          H

              G : gaya beli/ daya beli

              H : harga barang

 

 D.  Kebijakan Moneter

1.    Tujuan Kebijakan Moneter

       Tujuan kebijakan moneter meliputi hal-hal berikut:

1.    Stabilitas ekonomi, adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara berkendali dan berkelanjutan.

2.    Kesempatan kerja, akan meningkatkan bila produksi meningkat. Peningkatan produksi biasanya diikuti dengan perbaikan nasib karyawan dari segi upah maupun keselamatan kerja.

2.    Kebijakan Moneter Kuantitatif

       Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif dapat dilakukan dalam.

1.    Operasi pasar terbuka. Bank Sentral dapat membuat perubahan-perubahan atas jumlah uang yang beredar dengan cara melakukan jual beli surat-surat berharga. Pada waktu perekonomian menghadapi masalah resesi (kelesuan), uang beredar perlu ditambah. Maksudnya untuk mendorong perkembangan kegiatan ekonomi. Caranya, Bank Sentral membeli surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan oleh Bank Sentral adalah SPBU (Surat Berharga Pasar Uang) dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia)

2.    Kestabilan harga, harga ditandai dengan stabilitas harga barang dari waktu ke waktu.

 

3.    Macam Kebijakan Moneter

       a.  Politik pasar terbuka (open market policy) atau kebijakan uang ketat, Bank Sentral menjual surat-surat berharga modal jika jumlah uang beredar teralalu banyak.

       b.  Politik Diskonto, discount policy Bank Sentral menetapkan tingkat suku bunga pada tingkat tertentu.

·      Menaikkan suku bunga

Suku bunga dinaikkan jika jumlah uang yang dalam masyarakat berlebih..

·      Menurun suku bunga.

Suku bunga diturunkan jika jumlah uang yang beredar dalam masyarakat kurang. Penurunan suku bunga akan mendorong pengusahan mengadakan investasi dengan meminjam uang dari bank.

c.  Politik Perubahan cadangan minimum

            Cadangan minimum (minimum recerves reguirements) adalah perbandingan antara uag tunai yang ditahan perbankan (atau yang tidak dipinjamkan kenasabah) dengan jumlah simpanan para nasabah. Simpanan nasabah meliputi giro, depotito dan berjangka, sertifikat deposito tabungan.

·      Menaikkan cadangan minimum.

Cadangan minimum dinaikkan bila jumlah uang yang beredar berlebih peningkatan cadangan minimum berarti membatasi jumlah uang yang bisa dipinjamkan kenasabah sehingga kemampuan bank memberi kredit berkurang.

·      Menurunkan cadangan minimum

Cadangan minimum diturunkan apabila jumlah uang yang beredar berkurang. Penurunan cadangan minimum berarti memperbesar jumlah uang yang bisa dipinjamkan kenasabah sehingga kemampuan bank umum memberikan kredit bertambah.

 

4.    Kebijakan Moneter Kualitatif

              Kebijakan moneter yang bersifat kualitatif biasannya terdiri atas dua jenis sebagai berikut :

a.  Pengawasan kredit secara selektif

            Pengawasan kredit secara selektif bertujuan untuk memastikan bahwa bank-bank umum memberikan kredit/ pinjaman sesuai dengan yang diinginkan pemerintah..

       b.  Pembujukan moral

                        Kebijakan ini dijalankan oleh bank sentral dengan menetapkan dalam bentuk tertulis hal-hal yang harus dilakukan oleh bank-bank umum. Tetapi mengadakan pertemuan dengan pimpinan bank-bank tersebut.

                        Melalui pembujukan moral. Bank sentral dapat meminta bank-bank umum untuk mengurangi/ menambah keseluruhan jumlah pinjaman/ kredit. Dapat pula mengurangi/ menambah pinjaman kepada sektor-sektor tertentu, atau membuat perubahan atas tingkat bunga yang mereka tetapkan.


0 Response to "Media Pembelajaran Interaktif Ekonomi SMA Materi Alat Pembayaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel