Jurnal: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBASIS PORTAL RUMAH BELAJAR
Inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar telah saya lakukan sejak tahun 2019. Inovasi ini juga saya jadikan sebagai Penelitian Tindakan Kelas yang kemudian mengantarkan saya berkesempatan untuk menjadi peserta pada Pelatihan Penulisan Jurnal yang diadakan oleh P4TK PKn dan IPS. Proses penjaringan peserta untuk pelatihan ini adalah melalui seleksi proposal penelitian yang dikirimkan peserta kepada panitia. Rasa sangat bersyukur sekali karena yang ikut seleksi ada 800-an peserta dan proposal penelitian saya terpilih sehingga saya menjadi 60 peserta se-Indonesia yang ikut dalam Pelatihan penulisan jurnal di P4TK PKn dan IPS. Akhirnya selama 4 hari, 60 peserta ini mendapat bimbingan dari instruktur mengenai penulisan jurnal. Disampaikan pada saat pelatihan, 10 tulisan terbaik akan langsung diterbitkan pada jurnal Karakter milik P4TK PKn dan IPS yang telah ber-ISSN. Kembali lagi rasa syukur luar biasa ketika kami diumumkan mengenai tulisan-tulisan yang terbit untuk jurnal karena nama saya termasuk di sana.
Di bawah ini adalah jurnal saya yang telah terbit. sebuah inovasi pembelajaran yang memanfaatkan portal rumah belajar dalam rangka meningkatkan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PENERAPAN
MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBASIS
PORTAL RUMAH BELAJAR
Linggawati
SMA Negeri 4 Prabumulih, Kota Prabumulih
E-mail: linggaazzahra01@gmail.com
Abstrak: Penelitian
tindakan kelas ini dilaksanakan untuk melihat sejauh mana penerapan model
pembelajaran flipped classroom berbasis portal rumah belajar dapat meningkatkan
hasil belajar ekonomi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri
4 Prabumulih Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Jumlah subjek penelitian adalah 28 orang. Data
hasil belajar ekonomi siswa dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar dalam
bentuk uraian, melalui observasi dengan instrumen penilaian. Selanjutnya data
yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan
analisis data yang telah ditetapkan, ditemukan bahwa setelah menerapkan model
pembelajaran flipped classroom berbasis
portal rumah belajar terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar ekonomi
yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 74,03 dan pada siklus II
meningkat menjadi 79,61. Sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus I
sebesar 69,23% meningkat pada siklus II mencapai 80,77%. Pada akhir penelitian
disimpulkan bahwa hasil belajar ekonomi dapat ditingkatkan menggunakan model
pembelajaran flipped classroom
berbasis portal rumah belajar.
Kata Kunci: model pembelajaran flipped classroom, portal
rumah belajar, hasil belajar ekonomi
Abstract. This class
action research was conducted to see the extent to which the application of the
flipped classroom learning model based on the home learning portal can improve
economic learning outcomes. The subjects of the study were students of class X
IPS 3, SMA Negeri 4 Prabumulih Semester 1, 2019/2020 Academic Year. The number
of research subjects is 28 people. Student economic learning outcomes data were
collected using a learning achievement test in the form of a description,
through observation with an assessment instrument. Furthermore, the data
collected in this study were analyzed descriptively. Based on the analysis of
predetermined data, it was found that after applying the flipped classroom
learning model based on the portal of home learning, there was an increase in economic
learning activities and outcomes, namely in the first cycle with an average
value of 74.03 and in the second cycle increased to 79.61. While completeness
of student learning in the first cycle of 69.23% increased in the second cycle
reached 80.77%. At the end of the study it was concluded that economic learning
outcomes could be improved using a flipped classroom learning model based on
the home learning portal
Keywords: flipped
classroom learning model, portal rumah belajar, hasil belajar ekonomi
Revolusi
4.0 dewasa ini telah melanda kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya.
Termasuk di dalamnya terjadi dalam dunia pendidikan. Revolusi 4.0 mengakibatkan
terjadinya perubahan secara cepat, di mana industri mulai menyentuh semua sendi
kehidupan manusia yang menghubungkan antara manusia, mesin dan data melalui
internet dan digitalisasi.
Dalam dunia pendidikan
di Indonesia, tantangan dalam revolusi 4.0 tidak dapat dihindari lagi
kedatangannya. Kemudahan dalam mengakses data, menghubungkan manusia walau
berbeda jarak dan waktu semua terkoneksi melalui teknologi digital. Perubahan
ini juga mengakibatkan terjadinya perubahan dalam proses pembelajaran, di mana
pembelajaran sudah memanfaatkan sistem informasi digital. Kondisi ini membuat
pembelajaran tidak lagi berbatas kepada ruang dan waktu., dan tidak lagi
berpusat pada guru sebagaimana pembelajaran konvensional.
Pembelajaran adalah
suatu sistem yang menunjukkan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang
dirancang sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses
belajar siswa. Pembelajaran di kelas
pada umumnya menunjukkan bagaimana proses belajar dan mengajar antara peserta
didik dan pendidik yang terjadi di dalam kelas. Ketika terjadi revolusi 4.0,
maka pembelajaran mengalami pergeseran makna yang lebih luas di mana akses
peserta didik untuk belajar tidak hanya bersumber kepada pendidik tetapi sangat
luas jangkauannya oleh keberadaan teknologi sehingga tidak ada lagi batasan
waktu dan tempat bagi peserta didik untuk belajar.
Menurut Yasmin (2009),
tujuan pembelajaran adalah mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek
afektif, dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif adalah ranah pembelajaran yang
terkait pada hasil belajar intelektual, aspek afektif berkaitan dengan sikap
peserta didik dalam pembelajaran, dan aspek psikomotorik berkaitan dengan
kemampuan peserta didik berketerampilan dan berkemampuan. Guru harus mampu
menempatkan diri sebagai pendidik yang memiliki keterampilan berteknologi dalam
menghadapi perubahan pembelajaran berbasis informasi digital, tetapi juga harus
mampu menjadi seorang pendidik yang berkarakter yang dapat menjadi panutan bagi
peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
SMA Negeri 4 Prabumulih
merupakan sekolah pada jenjang menengah atas yang berlokasi di Kota Prabumulih
Sumatera Selatan. Keberadaan sekolah ini berada pada ujung wilayah kota kecil
dan dikelilingi desa-desa sehingga mayoritas peserta didiknya berasal dari
masyarakat desa di sekitar wilayah sekolah berada. Masyarakat desanya pun
memiliki mata pencaharian yang homogen karena mayoritas orang tua dari peserta didik bermata
pencaharian sebagai petani karet. Selain struktur mata pencaharian yang
homogen, rata-rata latar belakang pendidikan orang tua dari peserta didik di
SMA Negeri 4 Prabumulih adalah tamatan SD dan SMP. Kondisi ini membawa pengaruh
kepada motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik yang cenderung rendah.
Selain itu, dalam
menghadapi tantangan revolusi industri 4.0., SMA Negeri Prabumulih memiliki
keterbatasan dalam sarana dan prasarana. Keterbatasan sarana TIK di sekolah
seperti perangkat komputer yang terbatas mengakibatkan siswa tidak leluasa
dalam memanfaatkan teknologi yang dimiliki sekolah. Akses internet yang
digunakan peserta dalam kegiatan belajar masih sangat rendah. Kepemilikan gawai
dengan koneksi internet lebih banyak digunakan peserta didik untuk bersosial
media atau bermain game online.
Selain faktor
keterbatasan sarana dan prasarana, peran tenaga pendidik di SMA Negeri 4
Prabumulih belum optimal dalam memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran.
Pemanfaatan TIK masih sebatas pada pengolahan nilai e-raport dan minimal
beberapa sudah mulai menggunakan proyektor di kelas pada saat kegiatan pembelajaran.
Peneliti merupakan guru ekonomi di SMA Negeri 4 Prabumulih pada awalnya merasa
tertarik untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Ketertarikan ini
semakin kuat dengan didukung atas ikut serta nya peneliti dalam kegiatan
Bimbingan Teknis Pemanfaatan Tik dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
oleh PUSTEKKOM melalui portal rumah belajar.
Rumah belajar adalah
sebuah portal yang dikembangkan kementerian pendidikan dan kebudayaan melalui
PUSTEKKOM yang berisi pembelajaran berbasis TIK online yang dapat diakses
seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya. Salah satu fitur utama dalam rumah
belajar yang dapat dijadikan bahan untuk model pembelajaran flipped classroom adalah fitur sumber
belajar. Fitur ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang tidak berbatas ruang
dan waktu. Peserta didik dapat belajar di mana, saja, kapan saja dan dengan
siapa saja.
Dengan berbekal ilmu
yang didapat saat mengikuti kegiatan Bimtek Pembelajaran Berbasis TIK, peneliti
mencoba menerapkan sebuah model pembelajaran flipped classroom yang berbasis portal rumah belajar. Adapun model
pembelajaran flipped classroom
merupakan model pembelajaran di mana peserta didik mempelajari materi atau
konten di luar kelas atau di rumah secara mandiri melalui internet kemudian
melakukan diskusi atau active learning
di kelas. Guru mengarahkan peserta didik untuk belajar menggunakan portal rumah
belajar dengan menggunakan fitur sumber belajar sehingga peserta didik lebih
memanfaatkan gawai dan koneksi internetnya untuk kegiatan belajar di rumah. Oleh
karena itu, penulis merasa perlu untuk melakukan sebuah penelitian mengenai penerapan
model pembelajaran flipped classroom
berbasis portal rumah belajar terhadap peningkatan hasil belajar ekonomi
peserta didik di SMA Negeri 4 Prabumulih.
Konsep dari Flipped Classsroom pada dasarnya berasal
dari universitas Harvard pada tahun 1990 di mana Eric Mazur (1991) menyatukan
pembelajaran berbasis komputer untuk menuntun mahasiswa kelas fisika nya
belajar di luar kelas. Flipped classroom merupakan suatu cara
yang dapat diberikan pendidik dengan meminimalkan jumlah intruksi langsung
dalam praktik mengajar sambil memaksimalkan interaksi satu sama lain (Johnson: 2013).
Flipped classroom merupakan metode
pembelajaran terbalik di mana pembelajaran yang seharusnya dilakukan di kelas,
maka dilaksanakan oleh peserta didik di rumah. Misalnya dengan menonton video
pembelajaran terkait materi, membaca modul terkait materi di rumah kemudian ketika
di kelas peserta didik dapat lebih interaktif dalam berdiskusi terkait materi
yang telah dipelajari di rumah.
Dalam melaksanakan
pembelajaran terbalik (flipped classroom)
maka guru harus memperhatikan 4 pilar keterlaksanaan dari flipped classroom, antara lain:
Fleksibel
Environment (lingkungan yang fleksibel)
Pada flexible environtment ini guru
memberikan keleluasan kepada peserta didik untuk berinteraksi dan merefleksikan
hasil pembelajarannya. Namun guru tetap harus memonitor dan memberikan arahan
atas cara belajar siswa terhadap konten.
Learning
Culture Shift (Mengubah Gaya Belajar)
Pada pilar yang kedua
ini, peserta didik mendapat kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bermakna
dalam kegiatan belajarnya tanpa berpusat kepada guru. Pada dasarnya inti dari
pilar kedua ini adalah guru harus mengubah konsep belajar siswa dari berpusat
kepada guru menjadi berpusat kepada peserta didik.
Intentional
Content (Konten yang disengaja atau direncanakan)
Guru harus
mempersiapkan konsep pada pilar ketiga ini untuk dapat diakses oleh peserta
didik, misalnya melalui menentukan video pembelajaran, atau memberikan link
e-modul yang dapat diakses oleh peserta didik di rumah.
Professional Educators (Pendidik Profesional)
Guru harus menempatkan
dirinya sebagai pendidik professional baik bagi peserta didik sebagai individu,
kelompok kecil atau dalam lingkup kelas dengan melakukan penilaian formatif,
merekam data untuk instruksi masa depan dan bertanggung jawab dalam
keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Model pembelajaran flipped classroom dibagi dalam 3 fase
kegiatan meliputi kegiatan pertama dinamakan dengan kegiatan pre class. Pada fase ini, peserta didik
diarahkan untuk melaksanakan kegiatan seperti menonton video pembelajaran, atau
membaca buku dan e-modul, kemudian mencatat hal-hal yang kurang jelas atau
ingin didiskusikan di kelas. Fase kedua
yaitu in class. Dalam fase ini, peserta didik berkolaborasi, berdiskusi, dan
bertanya pada guru atau anggota kelompok mengenai materi pelajaran. Seluruh
peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk aktif dalam kegiatan
pembelajaran. Guru juga dapat terlibat aktif untuk melakukan pendekatan
sehingga dapat mengukur apa yang telah dilaksanakan oleh peserta didik di rumah
terkait dengan pembelajaran. Pada fase ketiga yaitu out class. Pada fase ini peserta didik sudah dapat menghubungkan
materi yang didapatkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Portal Rumah Belajar
Rumah belajar adalah
salah satu portal pembelajaran berbasis TIK online yang dikembangkan oleh Pusat
Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). Pustekkom adalah salah satu unsur
pendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang Teknologi informasi
dan Komunikasi pendidikan dan kebudayaan yang bertanggung jawab kepada menteri
melalui Sekretariat Jenderal sesuai dengan Permendikbud RI no 11 tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Pustekkom: 2018)
Portal rumah belajar
menyediakan fitur utama dan fitur
pendukung. Fitur utama dalam portal rumah belajar, seperti sumber belajar, Buku
Sekolah Elektronik, Bank Soal, Kelas Maya, Laboratorium Maya, Peta budaya,
Wahana Jelajah Angkasa dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Flipped classroom yang berbasis rumah
belajar akan memanfaatkan sumber belajar, buku sekolah elektronik, kelas maya
dan bank soal untuk interaksi dan kegiatan pembelajaran pre class yang
dilaksanakan oleh peserta didik.
Hasil Belajar Ekonomi
Dimyati dan Moedjiono (2013)
menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak mengajar
atau tindak belajar. Selanjutnya disebutkan ciri-ciri belajar ada tiga yaitu:
1) hasil belajar memiliki kapasitas berupa pengetahuan, kebiasaan,
keterampilan, sikap dan cita-cita, 2) adanya perubahan mental dan jasmani, dan
3) memiliki dampak pengajaran dan dampak pengiring.
Hasil belajar adalah keseluruhan
hasil proses pembelajaran yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu yang
ditandai dengan adanya kemampuan penguasaan konsep, perubahan sikap dan
perilaku siswa serta mampu dan terampil mempraktikkan/menerapkan baik secara individu
maupun secara bersama-sama dalam kehidupan bermasyarakat, dan bernegara.
TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan latar
belakang penelitian dan tinjauan pustaka yang ada, peneliti bertujuan
melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata
pelajaran ekonomi bagi siswa SMA Negeri 4 Prabumulih dengan menerapkan model
pembelajaran flipped classroom
berbasis Portal Rumah Belajar. Melalui inovasi dalam model pembelajaran di
kelas diharapkan peserta didik di SMA Negeri 4 Prabumulih tumbuh motivasi
belajarnya yang kemudian akan berpengaruh kepada hasil belajar peserta didik
khususnya untuk mata pelajaran ekonomi.
METODE PENELITIAN
Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan,
maka peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas
yang akan diberi tindakan, yaitu kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Prabumulih tahun
pelajaran 2019/2020
Semester 1.
Pengetahuan
awal ini perlu diketahui agar kiranya penelitian ini sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh peneliti, apakah benar kiranya kelas ini perlu diberi tindakan
yang sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu Penggunaan Model
Pembelajaran flipped classroom berbasis
portal rumah belajar untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi pada materi
permintaan dan penawaran.
Untuk mengungkap kondisi awal dari kelas yang
menjadi objek tindakan kelas ini maka peneliti melakukan observasi langsung.
Peneliti menyiapkan alat tes yang akan digunakan sebagai alat untuk mengukur
kemampuan penguasaan awal materi.
Untuk mengukur kemampuan awal siswa
dilaksanakan observasi di kelas X IPS 3
SMA N 4 Prabumulih. Pada pembelajaran ini peneliti memberikan soal kepada siswa
untuk dikerjakan secara individu. Kemudian peneliti mengawasi dan mencatat
siswa yang aktif dan yang tidak aktif serta mencontoh jawaban dari teman, juga
siswa yang sudah menguasai, belum menguasai dan sedikit menguasai materi.
Setelah selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, lalu membahas dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tiap siswa dan siswa juga yang menjawab.
Peneliti memberikan penjelasan bagi yang belum tepat dalam menjawab dan memberi
penjelasan tambahan agar siswa lebih mengusai materi itu, peneliti terus
mencatat semua kegiatan dalam kelas. Setelah selesai kegiatan belajar tadi yang
terakhir diberikan post test. Pada pelaksanaan post test ini siswa mengerjakan
soal diberi waktu selama 35 menit.
Hasil
test dari 28 siswa didik yang ada di
kelas tersebut didapatkan hasil: 2 siswa mendapatkan nilai kurang dari 50, 12
siswa mendapatkan nilai antara 50 hingga 64, sedangkan siswa yang telah tuntas
atau mendapatkan nilai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) ada 14 siswa.
Dari paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa yang mencapai
ketuntasan belaiar hanya 50,00%.
Dari
kondisi awal yang ada tersebut maka perlu diadakan suatu tindakan untuk
mengangkat kemampuan penguasaan materi pelajaran ekonomi dari siswa kelas X IPS 3 SMA N 4 Prabumulih.
Berdasarkan tanya jawab yang dilakukan peneliti terhadap siswa, terungkap bahwa
siswa mempunyai kelemahan pada
pengembangan skill pengerjaan suatu masalah penyelesaian materi karena kurang memahami konsep dan
kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, serta kurang berlatih dalam
menyelesaikan soal soal. Bertolak dari kondisi awal tersebut maka peneliti
merencanakan tindakan penelitian dengan menerapkan
Pembelajaran model flipped class room
pada pembelajaran ekonomi di kelas X IPS 3 SMA N 4 Prabumulih .
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil
Penelitian
Peneliti
melaksanakan dua kali siklus dalam penelitian ini. Sebelum melaksanakan siklus
pertama, peneliti terlebih dahulu telah melaksanakan observasi. Berdasarkan
hasil observasi, peneliti mulai melaksanakan tahap siklus satu dan menerapkan
model pembelajaran flipped classroom.
Guru mengarahkan peserta didik untuk
menggunakan portal rumah belajar yang dapat diakses di luar kelas. Setelah
mengarahkan peserta didik melalui portal rumah belajar khususnya fitur sumber
belajar di mana guru membagikan link video pembelajaran dan sumber belajar yang
dipelajari di rumah, maka pada pelaksanaan pembelajaran di kelas guru
mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi. Pada akhir pembelajaran guru
memberikan pos test terkait materi pelajaran. Berdasarkan hasil post test,
terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dibandingkan sebelum diberikan
tindakan berupa penggunaan model pembelajaran flipped classroom.
Kemudian
peneliti melaksanakan siklus kedua, di mana pembelajaran tetap menggunakan
model pembelajaran flipped classroom
dan menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang sama. Sama seperti pada
siklus I, peneliti memberikan post test
pada akhir pembelajaran di mana hasil belajar peserta didik lebih meningkat
lagi dibanding siklus I.
Hasil
belajar peserta didik dari tahap observasi, siklus I dan siklus II tampak pada tabel
berikut ini:
Tabel 1. Hasil Observasi siklus I dan siklus II
|
No. |
Aspek yang di observasi |
observasi |
Siklus I |
Siklus II |
|
1 |
Siswa yang aktif mengikuti pelajaran |
12 |
20 |
22 |
|
2 |
Siswa yang aktif bertanya |
10 |
18 |
23 |
|
3 |
Siswa yang
aktif mengemukakan pendapat |
8 |
14 |
19 |
|
4 |
Siswa yang
berani mengerjakan soal didepan kelas |
5 |
12 |
16 |
Pada
saat observasi, aktivitas siswa di kelas yang aktif mengikuti pelajaran
sebanyak 12 orang, siswa yang aktif bertanya sebanyak 10 orang, siswa yang
aktif mengemukakan pendapat sebanyak 8 orang, dan siswa yang berani mengerjakan
soal di depan kelas sebanyak 5 orang. Pada tahap siklus I dan II, terjadi
peningkatan aktivitas siswa di kelas, di mana siswa yang aktif mengikuti
pelajaran meningkat menjadi 20 siswa pada siklus I dan 22 siswa pada siklus II,
siswa yang aktif bertanya meningkat menjadi 18 siswa pada siklus I dan 23 siswa
pada siklus II. Siswa yang aktif mengemukakan pendapat meningkat menjadi 14
siswa pada siklus I, dan 19 siswa pada siklus II. Siswa yang berani mengerjakan
soal di depan kelas meningkat menjadi 12 orang pada siklus I dan 16 orang pada
siklus II.
Tabel
2. Hasil Post Test Materi
|
No |
Nilai |
Observasi |
Siklus I |
Siklus II |
|
1 |
0 – 49 |
2 |
1 |
0 |
|
2 |
50 – 64 |
12 |
10 |
5 |
|
3 |
65 – 79 |
12 |
13 |
11 |
|
4 |
80 – 100 |
2 |
5 |
10 |
|
5 |
Nilai
rata-rata kelas |
63,92 |
74,03 |
79,61 |
|
6 |
Presentase
ketuntasan |
50,00% |
69.23% |
80,77% |
Pada saat observasi
sebelum dilaksanakan tindakan model pembelajaran flipped classroom, siswa yang mendapat nilai antara 0-49 sebanyak 2
siswa. Siswa yang mendapat nilai 50-64 sebanyak 12 orang, siswa yang mendapat
nilai 65-79 sebanyak 12 orang dan siswa yang mendapat nilai 80-100 sebanyak 2
orang. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 63, 92 dan presentase
ketuntasan belajar materi permintaan dan penawaran sebesar 50%. Sementara
setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran menggunakan model flipped classroom terjadi peningkatan
hasil belajar siswa dilihat dari hasil postest di mana siswa yang mendapat
nilai 0-49 sebanyak 1 orang pada siklus I dan turun menjadi tidak ada siswa
yang memperoleh nilai 0-49 pada siklus II. Siswa yang mendapat nilai antara 50-64
sebanyak 10 siswa pada siklus I dan 5 siswa pada siklus II. Siswa yang mendapat
nilai 65-79 sebanyak 13 siswa pada siklus I dan 11 siswa pada siklus II. Dan
siswa yang mendapat nilai antara 80-100 sebanyak 5 siswa pada siklus I dan 10
siswa pada siklus II. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 74,03 pada siklus I
menjadi 79,61 siswa pada siklus II. Sedangkan presentase ketuntasan meningkat
dari 69,23% pada siklus I menjadi 80,77% pada siklus II.
Pembahasan
Penelitian tindakan
kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Sebelum dilaksanakan siklus I,
peneliti melakukan kegiatan observasi di kelas X IPS 3 pada mata pelajaran
ekonomi materi permintaan dan penawaran. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan
bahwa hasil belajar ekonomi kelas X IPS 3 masih sangat rendah. Dari hasil
observasi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah guru
masih belum mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mengaktifkan siswa
dalam belajar.
Untuk melakukan penelitian pada siklus I ini peneliti
melakukan tindakan yang meliputi menyiapkan silabus materi pembelajaran dan
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Membuat lembar kerja siswa yang
digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar dengan penyusunan tahap demi
tahap yang membawa siswa dalam penernuan masalah. Membuat alat evaluasi yang
digunakan untuk mendapatkan data kemampuan siswa setelah mendapatkan tindakan
dengan menggunakan model pembelajaran flipped
classroom. Membuat solusi dan Iangkah berkaitan kelemahan siswa dalam
menyelesaikan masalah.
Pelaksanaan tindakan pada siklus I, peneliti melakukan kegiatan sesuai
dengan apa yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang kegiatan yang harus
dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan. Peneliti memberikan penjeiasan
tentang pokok bahasan yang akan dipelajari serta menjelaskan kegiatan yang akan
dilaksanakan berkaitan dengan pengajaran dalam tehnik menstimulir siswa untuk
belajar bersama dalam kelompok.
Sebelum masuk pada materi di kelas, guru memberikan
sosialisasi I mengenai pemanfaatan portal rumah belajar dan kaitannya dengan
menggunakan model pembelajaran flipped
classroom. Setelahnya guru dapat memberikan link untuk siswa mendapatkan konten
web maupun konten video pembelajaran di fitur sumber belajar..
Ketika siswa telah melaksanakan pembelajaran di
rumah secara daring, pada kelas tatap muka maka guru melaksanakan pembelajaran
melalui diskusi kelompok dengan diawali koordinasi peserta didik untuk
menemukan masalah dan pemecahan masalahnya.
Saat peserta didik berdiskusi, guru melakukan pengamatan serta
memberikan jalan tengah jika terdapat kebingungan pada peserta didik. Peserta
didik lebih aktif dalam berdiskusi karena mereka telah membangun pengetahuan
awal mengenai materi yang didiskusikan melalui pembalajaran secara daring dalam
portal rumah belajar.
Peserta didik tetap diberikan kesempatan untuk
tampil ke depan mempreentasikan hasil diskusinya guna mengembangkan
keterampilan abad 21 bagi peserta didik yaitu keterampilan mengkomunikasikan.
Pada akhir pengajaran
yaitu 35 menit terakhir dari pembelajaran peneliti memberikan post test yang
harus diselesaikan oleh seluruh siswa secara individual.soal post test yang
diberikan kepada siswa dikembangkan sesuai dengan indicator pencapaian
kompetensi yang telah terlebih dahulu disusun oleh peneliti.
Berdasarkan hasil refleksi dari siklus I, maka
dilaksanakan perbaikan pada kegiatan perencanaan di siklus II. Pada siklus II
secara umum kegiatan pembelajaran dengan model flipped classroom tetap
dilaksanakan seperti yang telah dilaksanakan pada siklus I. ada beberapa hal
yang diubah pelaksanaannya dalam siklus II. Bentuk perubahan tindakan yang
dilakukan pada siklus II yaitu, setiap pertemuan peneliti memberikan motivasi
kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya dan siswa diminta lebih aktif
dan kooperatif dalam proses pembelajaran. Intraksi peneliti dengan siswa lebih
diintensifkan, peneliti memberikan bimbingan kepada siswa yang belum memahami
materi atau dengan tutor sebaya.
Kemudian
siswa diberikan evaluasi tentang penguasaan materi dalam waktu 1 jam pelajaran
atau 45 menit.
Berdasarkan hasil ulangan tersebut terlihat bahwa terjadi
peningkatan hasil belajar siswa. Didapatkan hasil yang sesuai dengan indikator
pencapaian hasil
yang diharapkan karena dari 28 siswa yang ada dalam kelas X IPS 3 hanya
terdapat 5 siswa yang mendapatkan nilai dibawah batas ketuntasan minimal,
sehingga prosentasi siswa yang telah tuntas adalah 79,60 %.
Penerapan model pembelajaran flipped classroom berbasis portal rumah
belajar ini telah mampu meningkatkan
hasil belajar ekonomi pada kelas X IPS 3 SMA N 4 Prabumulih. Dilihat dari data
nilai/skor maksimum dan minimum serta rata-rata tampak bahwa siswa secara
bertahap mampu meningkatkan hasil belajarnya melalui kegiatan belajar di kelas.
Hasil penelitian ini
sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Hanif: 2016). Dalam
penelitian ini, yang menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar Sistem
Operasi dengan menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan edmodo.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, setelah
dilaksanakan tindakan penelitian dikelas X IPS 3 dengan menerapkan model
pembelajaran flipped classroom
berbasis portal rumah belajar maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan
hasil belajar ekonomi khususnya materi permintaan dan penawaran. Berdasarkan
hasil wawancara, menurut peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran flipped classroom, mereka lebih siap dan
percaya diri dalam mengikuti pembelajaran di kelas karena telah memiliki konsep
yang mereka dapatkan dari kegiatan pembelajran di rumah. Aktivitas pembelajaran
di kelas pun menjadi lebih aktif dan bermakna sesuai dengan harapan
pembelajaran abad 21 yang sedang marak digaungkan di dunia pendidikan.
Secara kuantitatif
hasil belajar siswa meningkat di mana nilai rata-rata kelas meningkat menjadi
79,66 dan presentase ketuntasan kelas meningkat menjadi 80,77%.
Saran
Berdasarkan kesimpulan
dan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ada beberapa saran antara lain:
1) guru sebaiknya kreatif dalam menggunakan model pembelajaran yang sesuai
dengan materi pembelajaran, 2) guru selalu memberikan motivasi kepada peserta
didik untuk terus belajar menggunakan model pembelajaran flipped classroom, 3) sekolah terus meningkatkan sarana dan
prasarana pendukung TIK dalam pembelajaran yang berbasis TIK.
DAFTAR
RUJUKAN
Abeysekera,
Lakmal and Dawson, Phillip. 2015. Motivation and cognitive load in the flipped
classroom: definition, rationale and a call for research. Higher education research & development, vol. 34, no. 1, pp.
1-14.
Dimyati
dan Mudjiono. 2013. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Graziano,
K. 2016. Flipped classroom: Making the connections and finding the balance. In
S. Bryans-Bongey, & K. Graziano (Eds.), Online Teaching in K-12: Models, methods, and best
practicesforteachers and administrators (pp.131-146). Information Today
Inc.
Hanif,
Husni Nadya. 2016. Perbandingan antara
Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Edmodo dengan Pembelajaran
Konvensional terhadap Hasil Belajar Sistem Operasi (Eksperimen Kelas X SMK 1
Banyudono). Skripsi Tidak diterbitkan. Surakarta: Universitas Negeri
Sebelas Maret Surakarta.
Johnson,
Graham Brent. 2013. Student Perceptions
Of The Flipped Classroom. Columbia: The University Of British Columbia
Sugiyono.
2015. Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:: Alfabeta.
Yamin,
Martinis. 2009. Strategi Pembelajaran
Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada.
Kemdikbud.
2018. Rumah belajar rumah masa depan pendidikan
Indonesia. http://pena.belajar.kemdikbud.go.id


Wahh mantap Bu guru... Lengkap sekali ya infonya.
ReplyDeleteterima kasih bu siti
DeleteWah keren langsung action, inspiratif sekali bu..
ReplyDeleteTulisan lama tahun kemaren
DeleteSip bu karyanya. Terus semangat berkarya dan berbagi ya...
ReplyDeletemakasih bunda, semangat berbagi. salut sama prestasi bunda, luar biasa
DeleteBisa jadi referensi. Terima kasih Bu Lingga
ReplyDeletewah, ini mah masternya tim sumsel 2020. harus bnyk belajar sama bapak
DeleteTerimakasih ilmunya buk
ReplyDeleteterima kasih guyub (guru yutuber hehe) semoga bisa mengikuti langkah pak shobar
Delete